6 Tanda Gula Darah Anda Tinggi, Meski Bukan Penderita Diabetes

Berita Indonesia, Berita Internasional, Berita Viral, Unik Dunia, Food and Travel, Sports, Entertainment, Online Game, Iptek

Beritamillennial.comSaat mendengar gula darah tinggi, mungkin Anda akan segera membayangkan orang yang didiagnosis diabetes dan membutuhkan insulin untuk menjaga tubuh tetap seimbang.

Namun, gula darah tinggi atau hiperglikemia juga bisa memengaruhi orang tanpa diabetes.

Jika hal ini diabaikan dan tidak diobati, atau Anda tidak tahu sedang mengalami gula darah tinggi, maka akan terjadi kerusakan pada saraf, ginjal, mata, atau memicu penyakit jantung.

Gula darah tinggi terjadi saat tubuh tidak memproduksi atau menggunakan cukup banyak insulin yang membantu mengubah makanan menjadi energi.

Akibatnya, seseorang akan merasa lelah sepanjang waktu, merasa haus, pandangan kabur, dan lainnya.

Menurut Mayo Clinic, gejala tersebut tidak langsung muncul dan dapat berlangsung berhari-hari sampai berminggu-minggu ketika kadar gula darah seseorang terus meningkat.

Penyebab gula darah tinggi selain karena diabetes tipe 1 dan tipe 2, antara lain memiliki infeksi, pasif atau kurang bergerak, stres, dan makan terlalu banyak karbohidrat.

Orang-orang dengan cystic fibrosis juga berisiko mengembangkan gula darah tinggi.

Cystic fibrosis atau fibrosis kistik adalah penyakit genetika yang menyebabkan lendir-lendir di dalam tubuh menjadi kental dan lengket, sehingga menyumbat berbagai saluran, terutama saluran pernapasan dan pencernaan.

Agar dapat didiagnosis memiliki gula darah tinggi, kita perlu melakukan tes darah yang bisa menguji apakah kadar glukosa tubuh terlalu tinggi.

  1. Merasa cepat lelah, apapun yang terjadi

Orang dengan gula darah tinggi akan terus menerus merasa lelah dan lamban bekerja.

Menurut Medical News Today, ini akibat sel tubuh tidak tahu cara menggunakan glukosa dalam darah dengan benar untuk menciptakan energi.

  1. Penglihatan kabur

Ketika gula darah meningkat, penglihatan kita bisa kabur atau buram. Ini karena tingginya kadar glukosa dalam tubuh dapat membuat lensa mata membengkak dan membuat fokus melihat menjadi sulit,

“Jika ini tidak segera diobati, penglihatan kabur karena gula darah tinggi akan menyebabkan kebutaan

Gejala ini dapat diatasi dengan berkonsultasi dengan dokter agar segera mendapat penanganan menurunkan gula darah.

  1. Selalu ingin kencing

Karena semakin banyak gula menumpuk dalam aliran darah, ginjal kita menjadi kewalahan menyaring kelebihan gula yang tidak digunakan tubuh untuk menciptakan energi.

Glukosa ekstra keluar dalam urin. Jadi, semakin banyak glukosa dalam darah maka semakin sering kita buang air kecil.

  1. Kehausan sepanjang waktu

Terus-menerus buang air kecil membuat kita dehidrasi dan selalu merasa haus.

Ketika Anda sering buang air kecil, cairan yang berasal dari jaringan Anda juga akan dikeluarkan bersama dengan glukosa, menyebabkan tubuh Anda menjadi dehidrasi dengan cepat dan membuat lebih haus dari biasanya.

  1. Luka sulit sembuh

Gula darah tinggi membuat aliran darah melambat dan hal ini dapat mengacaukan kemampuan tubuh untuk menyembuhkan diri jika mengalami luka.

Akibatnya, semua luka di tubuh terutama pada kaki membutuhkan waktu lama untuk sembuh. Anda juga mungkin lebih rentan terhadap infeksi kandung kemih dan ragi karena aliran darah yang lambat.

  1. Sering mengalami sakit kepala kronis

Gula darah tinggi dapat memengaruhi hormon yang berperan dalam fungsi otak, sehingga orang yang mengalaminya sering mengalami sakit kepala. Secara khusus, hormon epinefrin dan norepinefrin membuat pembuluh darah otak mengembang dan berkontraksi. Gula darah tinggi mengacaukan aliran darah normal dan dapat membuat kepala Anda sakit sampai kadar darah Anda lebih seimbang.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *