Abad ke-17 Ada 12 Aturan Pedang bagi Samurai

Berita Indonesia, Berita Internasional, Berita Viral, Unik Dunia, Food and Travel, Sports, Entertainment, Online Game, Iptek

12 Aturan pada abad ke-17 Pedang  Bagi Samurai

Beritamillennial.com -Pada abad ke-17 baru  diterjemahkan mengungkap aturan abad ke-17 ada 12 aturan pedang bagi samurai, memenangkan pertarungan “12 Aturan Pedang” tersebut diturunkan oleh seorang samurai kelahiran 1560 yang telah memenangkan 33 duel dalam hidupnya, Ittosai tidak pernah menuliskan aturan ini, tetapi menyampaikannya ke murid-muridnya secara oral. Keturunan dari murid-murid Ittosai-lah yang kemudian merekamnya dalam bentuk tulisan. 
Ittosai tidak pernah menuliskan aturan ini, tetapi menyampaikannya ke murid-muridnya secara oral. Keturunan dari murid-murid Ittosai-lah yang kemudian merekamnya dalam bentuk tulisan.

Gambar terkait
Baca Juga : Mengetahui Lebih Jauh Sejarah Permainan Omaha Poker Online

Aturan lain

Hasil gambar untuk Abad ke-17 Ada 12 Aturan Pedang bagi Samurai

menjadi pedang musuh sebagai titik fokus, Dengan demikian, samurai bisa meningkatkan refleksnya dalam pertarungan.  Lalu, ada Aturan lain yang bernama “hati seekor rubah”. Aturan abad ke-17 ini mengingatkan samurai untuk tidak kelewat berhati-hati seperti rubah yang suka menengok kebelakang untuk melihat ada tidaknya pemburu. Menurut Ittosai, samurai yang ragu-ragu untuk bertindak akan diserang oleh musuhnya pada momentersebut. “Oleh karena itu, penting bagimu untuk menghapuskan semua keraguan akan teknikmu. Kamu harus sungguh-sungguh melatih dirimu hingga kosong.  Selain aturan-aturan untuk memenangkan pertarungan, teks itu juga berisi dua doa magis yang diklaim bisa meningkatkan jiwa dan pikiran seorang samurai.  Salah satunya menyuruh samurai untuk membuat beberapa karakter tulisan Sanskrit di telapak mereka, termasuk karakter yang menggambarkan setan Oni. Samurai kemudian mengatupkan kedua telapak tangannya, mengucapkan doa dan memutar tangannya sekali sambil menyebut “Un!” secara keras. Gerakan ini kemudian diikuti dengan tepukan sekali dan menggosok-gosok telapak tangan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *