Bekerja Terlalu Lama Tanpa Istirahat Berisiko Stroke

Berita Indonesia, Berita Internasional, Berita Viral, Unik Dunia, Food and Travel, Sports, Entertainment, Online Game, Iptek

Apakah BerKerja Terlalu Lama Tanpa Istirahat Berisiko Stroke?

Beritamillennial.-Kerja lebih dari 10 jam sehari berisiko terkena serangan stroke. Itu tadi hasil dari studi yang dilakukan para peneliti dari studi yang dilakukan para peneliti dari Angers University dan French National Institute of  Health and Medical Research. Pada peneliti mengumpulkan 143 ribu orang yang diteliti. Hasilnya mereka yang Berkerja Terlalu Lama (lebih dari 10 jam per hari ) Memiliki beresiko lebih cepat mendapatkan serangan stroke sebesar 29 persen.  Jika mereka berkerja terlalu lama dari 10 tahun, maka resiko akan lebh besar lagi yaitu bertambah menjadi 45 persen. Kedua lembaga Penelitian , dalam hal ini, jika dalam bekerja minimal 10 jam selama paling sedikit 50 hari dalam setahunnya. Pemimpin studi Dr.Alexis Deschata  mengatakan lebih lanjut bahqa kaitan antara timbulnya sesiko stroke dengan lamanya waktu kerja ini lebih kuat pada mereka yang berusia dibawha 50 tahun. Ditemukan bahwa para pemilik perusahaan, atau manajer  yang menjalankan bisnisnya sendiri tidak begitu terpengaruh dengan lamanya jam kerja dibandingkan dengan para pekerja yang bekerja shift malam.

Hasil gambar untuk kerja terlalu lama bisa buat stroke

Baca Juga : Mengetahui Lebih Jauh Sejarah Permainan Omaha Poker Online

Apa Pengertian Stroke

Stroke adalah kondiri yang terjadi kerika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stoker hemoragik). Tanpa darah, otak tidak akan mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada sebagian area otak akan mati. Ketika sebagian area otak mati karena Bekerja Terlalu Lama, bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak yang rusak tidak dapat berfungsi dengan baik. Keadaan darurat medis karena sel otak dapat mati hanya dalam  hitungan menit. Penanganan yang cepat dapat meminimalkan kerusakan otak dan kemungkinan munculnya komplikasi. Menurut riset kesehatan dasar yang diselenggarakan oleh kementrian kesehatan RI pada tahun 2013, di Indonesia terdapat lebih dari 2 juta penduduk, atau 12 dari 1000 penduduk, menderita stroke dengan persentase terbesar berasal dari provinsi Sulawesi Selatan. Selain itu, stroke juga merupakan pembunuh nomor 1 diindonesia, lebih dari 15% kematian di indonesia disebabkan oleh stroke, Stroke iskemik memiliki kejadian terjadi yang lebih sering dibandingkan dengan stroke iskemik.


Gambar terkait

Gejala dan Penyebab Stroke
Gejala stroke dapat berbeda pada tiap penderitanya, tetapi gejala yang paling sering dijumpai adalah:

-Tungkai mati rasa 
-Bicara menjadi kacau 
-Wajah terlalu menurun

Penyebab stroke sangat bervariasi, mulai dari gumpalan darah pada pembuluh darah di otak, tekanan darah tinggi, hingga pengaruh obat-obatan pengencer darah.Stroke sangat berisiko dialami penderita tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, berat badan berlebih, dan diabetes. Risiko yang sama juga dapat terjadi pada orang yang kurang olahraga, serta memiliki kebiasaan mengonsumsi alkohol dan meroko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *